BLOG QURANGGENAHEPOOLZ











{5 Oktober 2009}   Dibalik Gempa Padang dan Sekitarnya

MEDAN – Beredarnya pesan singkat baik melalui SMS (Short Message Service) hingga di situs-situs pertemanan tentang adanya hubungan waktu kejadian gempa dengan ayat Al Quran perlu senantiasa menjadi renungan bersama.

Demikian dikatakan peneliti Forum Opini Sumut (FOS) Jhon Tafbu Ritonga menanggapi makna yang terkandung dalam gempa bumi yang terjadi beruntun di Indonesia khususnya Sumatera. Jhon menyebutkan sudah saatnya manusia kembali mengenal dan mendekatkan diri pada penciptanya.

“Allah sudah menjadikan Al Quran sebagai sumber inspirasi, petunjuk dan referensi bagi orang bertakwa dan beriman, namun kita selalu mengabaikannya,” ungkapnya kepada Waspada Online sore ini.

Terlepas dari kemungkinan unsur “klenik” dalam pesan yang disampaikan tersebut, gurubesar ekonomi Universitas Sumatera Utara ini meminta kepada masyarakat untuk terus bermunajat agar dijauhkan dari murka dan marabahaya sebagaimana yang di nukilkan dalam ayat Al Quran tersebut.

“Semoga kita dijauhkan dari orang dan negeri yang telah dinukilkanNya dalam pedoman hidup seluruh umat manusia ini,” pungkasnya.

Sebagaimana sebelumnya, hanya berselang sehari setelah gempa Sumatera, beredar berita yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an.

“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat itu.

Dalam Al Quran pukul 17.16 yang dimaksud yakni (QS. Al Israa’ ayat 16) yang terjemahannya: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Lalu kemudian pukul 17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58) terjemahannya: “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”

Sedangkan gempa di Jambi pukul 8.52 (QS. Al Anfaal: 52) terjemahannya: (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=56278:fos-ayat-allah-dalam-gempa-jadi-renungan-bersama&catid=14:medan&Itemid=27

Iklan


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: