BLOG QURANGGENAHEPOOLZ











{22 Juli 2008}   Cerita tentang kelinci-kelinci, sebuah kolam dan Dewa Bulan

Pada satu hari, di sebuah hutan hidup sekawanan gajah.
Mereka suka pergi ke kolam di dekat sana untuk menghilangkan rasa haus dan untuk mandi.

Namun suatu ketika, selama satu tahun tidak ada hujan yang turun. Bahkan tidak juga pada musim hujan dan kolam pun akhirnya menjadi kering.

Gajah-gajah mulai merasa sangat haus.

Jadi mereka pergi kepada raja dan berkata “Tuan! Kami merasa sangat haus. Mana bisa kami hidup tanpa air? Apa yang akan kita lakukan? Kemana kita akan pergi?”

Raja gajah membawa mereka ke satu kolam yang bersih dan dalam, tidak begitu jauh dari tempat mereka tinggal.

Hari-hari berlalu, setiap kali gajah-gajah pergi ke kolam, beberapa kelinci terinjak di bawah kaki mereka.

Pada saat salah satu kelinci melihat apa yang terjadi, dia berpikir, “Jika beberapa kelinci mati terinjak setiap kali gajah-gajah mengunjungi kolam, seluruh keturunan kami akan musnah.”

Seekor kelinci tua bernama Vijay berkata, “Jangan khawatir! Saya akan memikirkan sebuah rencana untuk membebaskan diri dari mereka.”

Dengan janji ini, dia pergi untuk berjalan-jalan.

Di tengah perjalanannya, dia berpikir, “Apa yang akan saya katakan kepada gajah-gajah pada waktu saya bertemu mereka? Saya tidak boleh terlalu dekat dengan mereka, atau saya akan dibunuh.

Jadi saya akan naik ke atas bukit dan menyampaikan pesan kepada raja gajah dari sini.”

Dan demikianlah yang dilakukannya.

“Kamu siapa?” dan kamu datang dari mana?” Tanya raja gajah.”

“Saya adalah pesuruh yang dikirim kepada Tuan oleh Dewa Bulan” jawab kelinci.

“Tolong katakanlah kepada kami kenapa kamu datang ke tempat ini ,” k ata raja gajah.

“Seorang pesuruh tidak berbicara apa pun selain kebenaran, bahkan pada saat bahaya pun”, kata kelinci. Inilah apa yang Dewa Bulan katakan kepada kamu, “Kelinci-kelinci ini adalah penjaga danau saya dan mereka diusir atau diinjak-injak sampai mati oleh gajah-gajahmu.

Mereka telah dilindungi oleh saya untuk waktu yang lama. Dengan membunuh mereka, engkau membuat saya marah. Jadi, awas! dan pergi dari situ!”

Setelah Vijay sang kelinci tua mengatakan ini, raja gajah yang sekarang menjadi takut berkata “Ah, ini terjadi tanpa disadari. Hal ini tidak akan terjadi lagi, saya berjanji.”

“Baik kalau begitu”, kata kelinci tua, “kamu boleh pergi dengan tenang, tetapi sesudah kamu memberi hormat kepada Dewa Bulan yang hidup di danau itu dan sekarang dia sedang geram dengan kemarahan yang meluap-luap.”

Pada malam hari, kelinci tua membawa raja gajah ke danau.

Raja memandang ke dalam air dan melihat bayangan bulan yang bergoyang.

Melihat ini, dia berpikir bahwa Dewa Bulan memang sangat marah dengannya. Dia menunduk ke Dewa Bulan dengan rasa takut.

Vijay, si kelinci tua dengan penuh siasat berkata, “Oh Dewa, Dewa Bulan! Raja Gajah tanpa menyadari telah berbuat salah dengan membawa kawan-kawan dia ke danau ini. Maafkanlah dia.

Dia akan membawa pergi semua gajah-gajah dengannya dan dia tidak akan pernah kembali lagi.”

Setelah kelinci selesai berbicara maka raja gajah membawa kawan-kawannya dari sana.

Jadi, seperti yang kalian lihat bahwa si Vijay yang lemah tetapi dengan sedikit kecerdasan, sanggup mengalahkan musuh yang paling kuat.

Kelinci-kelinci itu pun hidup dengan bahagia untuk selama-lamanya.

oleh G.L. Chandiramani

Iklan


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: