BLOG QURANGGENAHEPOOLZ











{19 Juli 2008}   Cerita tentang Seekor Tikus yang Kaya dan Seorang Suci

Pada suatu hari, di kota Campaka hidup seorang suci. Dia memenuhi kebutuhannya dengan meminta-minta untuk makan.

Dia memakan sedikit hasil meminta-mintanya dan menyimpan sisanya di satu mangkok derma yang selalu digantungkannya tinggi pada sebuah paku.

Seekor tikus yang telah memperhatikan hal ini, suka meloncat dan mengambil makanan apapun yang ada di mangkok derma itu.

Pada satu hari, seorang teman dari orang suci itu datang untuk mengunjunginya. Orang suci itu menyambut temannya dan menawarkannya makanan.

Lalu mereka duduk dengan tenang dalam pembicaraan dari hati ke hati.

Tetapi orang suci itu tidak bisa memusatkan perhatiannya ke pokok pembicaraan mereka.

Dia terus-menerus memukul-mukul tanah dengan sepotong kayu bambu untuk menakuti si tikus.

Temannya menyadari hal ini dan bertanya, “Apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa kamu tidak mau mendengarkan saya dengan baik ?”

“Oh, tolong maafkan saya. Ini hanya karena tikus tak beradab itu. Setiap hari dia memakan apapun makanan yang saya simpan,” seru orang suci itu.

Temannya melihat ke arah paku dan berkata, “Tapi bagaimana seekor tikus bisa meloncat begitu tinggi? Pasti ada suatu alasan untuk bias melakukan hal sesulit itu .’

?br>Teman orang suci itu kemudian berpikir tentang hal ini sejenak lalu dia berkata, “Bisa ada hanya satu alasan.

Tikus ini pasti sudah menyimpan banyak makanan dan mempunyai begitu banyak makanan, memberi dia kekuatan luar biasa untuk meloncat begitu tinggi.”

Mereka mulai mencari makanan buat persediaan yang telah dikumpulkan oleh tikus itu. Pada waktu mereka menemukannya, mereka menggalinya dan mengambil makanan itu.

Ketika tikus kembali dan melihat bahwa semua makanan yang telah dikumpulkannya sudah lenyap, dia sangat putus asa. Semua kegairahaannya tidak ada lagi, sehingga berjalanpun dia tidak bisa.

Dan oleh karenanya orang suci itu pun menjadi bebas dari gangguan dan dapat terus-menerus menjaga makanan yang disimpan di mangkok derma.

Adalah tetap untuk menghantam kekuatan musuh dari sumbernya agar dapat mendapatkan hasil maksimal.

oleh G.L. Chandiramani

Iklan


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: