BLOG QURANGGENAHEPOOLZ











{19 Juli 2008}   Cerita tentang Seekor Harimau Tua dan Seorang Musafir yang Tamak

Pada suatu hari, ada seekor harimau yang sudah begitu tua sehingga dia hampir tidak bisa berburu lagi. Dengan keadaan seperti ini, dia kemudian merencanakan sebuah gagasan.

Pada satu hari yang cerah, dia berdiri di sebuah danau sambil memegang sehelai rumput Kusha yang suci di cakarnya dan sebuah gelang emas di cakarnya yang satu lagi.

Si harimau kemudian berkata lantang, “Inilah saudara-saudari, satu gelang emas yang bisa menjadi milik anda.”



Seorang musafir yang sedang lewat, menyukai bentuk gelang emas ini. Dia berhenti dan berkata kepada diri sendiri, “Ini kelihatan seperti satu benda yang akan mendatangkan nasib baik.”

Tetapi sang Musafir berkata dalam hati, “Bagaimanapun, ketika ada risiko terlibat di dalamnya, seseorang tidak boleh gegabah . Jadi saya akan berhati-hati.”

Kemudian, orang itu berkata kepada harimau, “Dimana gelang emas itu?”

Harimau membuka cakarnya dan menunjukkannya kepada orang itu.

“Tapi bagaimana saya bisa mempercayai kamu?” Tanya musafir, “padahal aku tahu bahwa kamu adalah pembunuh?”

“Dengar musafir,” jawab harimau, “saya mengaku waktu masa muda saya jahat dan membunuh banyak sapi dan manusia. Isteri dan anak saya mati karena tindakan-tindakan saya yang jahat. Lalu saya meminta nasihat dari seorang suci yang menasehati saya untuk memberi derma.

Jadi sekarang saya mandi setiap hari dan memberi barang-barang sebagai derma. Apa lagi saya sudah tua, dan cakar saya sudah jatuh. Jadi, apa yang kamu takutkan?”

Musafir itu ditipu dengan pembicaraan yang pintar dan masuk ke dalam danau, dan ternyata dia terlekat di lumpur yang sangat dalam.

Ketika harimau melihat ini, dia meringankan musafir, “Aduh, jangan khawatir, saya akan membantu kamu”, kata dia dan pelan-pelan dia berenang menuju musafir dan menyeretnya..

Ketika musafir itu sementara diseret keluar ke tepi danau, si musafir dalam keadaan menyesal dan sulit bernapas, berkata kepada dirinya sendiri. “Ah, pembicaraan penjahat ini tentang kesucian telah benar-benar menipu saya. ” Sekali berandal tetap berandal .” Seperti orang yang bodoh, saya percaya kepada dia dan sekarang saya harus membayar untuknya.”

Tidak lama kemudian, harimau itu membunuh musafir dan memakannya. Musafir sebetulnya harus tahu bahwa sifat dasar harimau sebagai pembunuh tidak akan pernah berubah.


oleh G.L. Chandiramani

Iklan


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: