BLOG QURANGGENAHEPOOLZ











{19 Juli 2008}   Cerita tentang Seekor Gajah dengan Seekor Serigala Tua yang Licik.

Pada suatu hari, di sebuah hutan yang lebat, hidup seekor gajah.

Sekelompok kawanan serigala yang lewat disana sedang mencari makanan lalu melihat gajah tersebut.

“Sekarang jika gajah itu mati dengan suatu cara tertentu,” mereka berkata, “kita akan memiliki makanan yang cukup untuk beberapa bulan.”

Seekor serigala tua berkata, “Dengan kelicikan, sangat mudah bagi saya untuk menggiring kematian gajah ini”

Lalu serigala tua itu datang menghampiri gajah, ia menunduk dengan hormat di depannya dan berkata “Tuanku! Terimalah penghormatan saya dengan memandang saya meski hanya satu detik saja.”

“Siapa engkau dan kenapa datang kepadaku?” tanya gajah.

“Saya hanyalah seekor serigala sederhana”, jawabnya. “Barusan saja semua binatang di hutan bertemu dan datang pada satu keputusan bahwa akan sulit bagi semuanya untuk hidup tanpa perlindungan seorang raja.

Dan Anda yang diberkati dengan semua ciri-ciri seorang raja telah dipilih oleh kita semua untuk menjadi raja.
Para ahli perbintangan telah memberitahu kepada kami bahwa hari ini adalah hari yang terbaik untuk memakaikan mahkota dan memberi kekuasaan kepada Anda.

Waktu berjalan begitu cepat, jadi ikutilah saya tanpa menunda untuk mengadakan upacara.”

Kemudian serigala berjalan.”

Sang gajah merasa senang mendapat kehormatan dengan kata-kata serigala tersebut dan karena serakah untuk mendapatkan kerajaan, dia pun mengikuti serigala.

Serigala melewati sebuah danau berlumpur.

Karena gajah berat, dia terbenam di lumpur. Sang gajah berusaha dengan seluruh tenaganya untuk keluar, tetapi sia-sia belaka.

“Teman!” kata gajah dalam keadaan panik. “Apa yang harus saya lakukan? Saya terbenam ke dalam lumpur ini. Saya akan mati.”

“Tuanku! Peganglah ekor saya dan saya akan membantu anda”, kata serigala dengan senyuman yang nakal. “Anda mempercayai orang seperti saya. Wah, sekarang bayarlah untuk itu.”

Dan sang serigala pun membiarkan si gajah tersebut tetap terbenam sehingga tidak bisa keluar dari dalam lumpur. Tidak lama kemudian, gajah itu mati dan dimakan oleh para serigala.

Semestinya, gajah yang benar-benar pintar itu tidak boleh tertipu oleh kata-kata seorang penjahat.

oleh G.L. Chandiramani

Iklan


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: