BLOG QURANGGENAHEPOOLZ











{19 Juli 2008}   Cerita tentang Burung-Burung Tittibha dan Sebuah Samudera

Di tepi sebuah samudera, hidup sepasang burung Tittibha.

Pada waktunya, ketika burung Tittibha betina sedang hamil, dia berkata kepada suaminya, “Sayangku, tolong carikan saya satu tempat yang pantas dan tenang di mana saya bisa bertelur.”

“Istri tersayang! Ini tempat yang pantas!” jawab suaminya.

“Aduh tidak!” katanya, “Kalau air pasang menjadi tinggi, tempat ini akan banjir!”

“Apa? Apakah kamu kira saya sama sekali tidak mempunyai kekuatan, sehingga samudera berani melakukan sesuatu seperti ini?” suaminya berteriak.

“Sayangku,” kata isterinya dengan senyuman manis. “Ada perbedaan yang sangat besar antara kamu dan samudera. Kamu harus mengenali kelemahanmu. Kamu mungkin harus membayar untuk menjadi begitu besar kepala.”

Tetapi burung Tittibha jantan sangat teguh dengan pendiriannya dan akhirnya Tittibha betina yang malang harus bertelur di tepi samudera.

Samudera terhibur sekali mendengar pembicaraan mereka dan begitu ia melihat ada kesempatan , ia membawa pergi telur – telur burung Tittibha.

“Suamiku!” jerit Tittibha betina, “sesuatu yang buruk telah terjadi. Telur-telur kita hilang.”

“Isteriku tersayang,” kata Tittibha jantan, “jangan khawatir, saya akan membawa telur-telur itu kembali.”

Kemudian Tittibha jantan mengumpulkan semua burung-burung.

Mereka semua pergi bersama-sama menghadap raja mereka, Garuda, (di kumpulan cerita agama Hindu, Garuda adalah Dewa burung yang ditunggangi Dewa Wishnu) dan Tittibha berkata kepadanya, “Tuan, kita hidup dengan tenang di rumah, tidak menyakiti siapa pun.

Namun demikian, samudera telah menyiksa saya dan isteri saya dan membuat kami sangat sedih karena mengambil telur-telur kami.”

Kemudian, Garuda menceritakan kepada Dewa Wishnu, pelindung alam, tentang semua yang terjadi.

Dewa Wishnu langsung memberi perintah kepada Samudera untuk mengembalikan telur-telur kepada Tittibha. Samudera penuh rasa takut , dan segara mematuhi perintah Dewa Wishnu dan mengembalikan telur-telur burung Tittibha
Dengan demikian, burung kecil yang bertekad telah membuktikan bahwa dia sanggup sebanding dengan Samudera yang kuat.

oleh G.L. Chandiramani

Iklan


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: