BLOG QURANGGENAHEPOOLZ











{19 Juli 2008}   Cerita tentang Burung Bangkai yang Buta, Burung-burung Lain dan Seekor Kucing

Pada suatu ketika, ada sebuah bukit yang melereng ke tepi sungai. Di kaki bukit itu terdapat sebuah pohon dan di dalam lubang pohon ini , hidup seekor burung bangkai tua yang buta.

Beberapa burung lain hidup di pohon yang sama dan karena kebaikan hati, mereka suka membagi makanan dengan burung bangkai.

Sebagai gantinya, burung bangkai itu menjaga anak-anak mereka pada saat burung-burung keluar.

Suatu hari, seekor kucing datang ke kaki pohon itu dengan harapan untuk menangkap dan memakan burung-burung kecil.

Tetapi pada waktu burung-burung kecil melihat si kucing datang, mereka mengeluarkan tanda bahaya dengan berteriak-teriak.

Burung bangkai yang buta mendengar mereka dan berteriak, “Siapa di sana?”

Si kucing ketika melihat burung bangkai, dia merasa takut dan berpikir, “Aduh! Saya akan mati sekarang. Tapi harus menjadi berani dan menghadapi bahaya. Saya harus berusaha untuk memperoleh kepercayaannya.”

“Saya, saya, saya cuma datang untuk menghormati Anda, oh yang bijaksana,” sahut kucing dengan suara yang keras.

“Siapa kamu?” Tanya burung bangkai.

“Saya hanya seekor kucing yang malang,” jawabnya.

“Pergi, kalau tidak saya akan makan kamu,” jerit burung bangkai.

“Tuan, dengar dulu,” kata kucing, “Kemudian Anda boleh membunuh saya. Tapi apakah Anda membunuh seseorang hanya karena dia termasuk dalam satu keturunan yang khusus?”

“Baik,” kata burung bangkai. “Saya siap untuk mendengarmu. Tapi katakan kenapa kamu ke sini?”

“Saya tinggal dekat sini di tepi sungai Gangga.” kata kucing itu. “Saya tidak makan daging. Saya mandi setiap hari di sungai itu dan saya sedang menebus dosa-dosa saya.

Waktu burung-burung di sana mengetahui hal ini, mereka berkata kepada saya, “Kamu harus belajar lagi tentang agama dari burung bangkai tua yang sangat terkenal dengan pengetahuan dan kebijaksanaannya.”

Kucing melanjutkan, “Mereka semua memujimu. Karena itu saya datang untuk menghormatimu. Tapi apa yang saya lihat? Anda siap untuk membunuhku, seekor kucing yang malang. Anda harus memperlakukan saya seperti seorang tamu seharusnya diperlakukan.

Biarpun anda tidak mempunyai makanan untuk ditawarkan kepada saya, paling tidak katakanlah sesuatu yang baik kepada saya.”

“Tapi kamu adalah pemakan daging dan ada anak-anak burung yang tinggal di pohon sini. Manabisa saya mempercayai kamu? “kata burung bangkai tua yang buta.

Kucing menyentuh tanah kemudian memegang telinganya sebagai tanda kejujurannya dan berkata, “Saya telah membaca semua kitab-kitab suci dan saya telah mempelajari bahwa membunuh adalah hal yang salah.

Seluruh hutan ini penuh dengan daun-daun dan sayuran-sayuran. Jadi, buat apa saya harus berbuat dosa dengan membunuh burung-burung.”

Dengan perkataan demikian, kucing memperoleh kepercayaan burung bangkai tua yang buta dan dia membiarkan kucing tinggal di lubang pohon.

Waktu pun berlalu, kucing yang licik mulai memakan burung-burung kecil satu per satu dan burung bangkai sama-sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Tetapi burung-burung menyadari bahwa anak-anak mereka sedang hilang dan mulai mencari mereka.

Pada waktu kucing menyadari bahwa permainannya sudah selesai, dia pun kemudian secara diam-diam pergi dari situ.

Setelah beberapa hari, burung-burung menemukan tulang anak-anaknya tidak jauh dari pohon itu.

“Aha,” kata burung-burung. “Burung bangkai tua yang buta telah memakan anak-anak kita yang tersayang.”

Burung-burung berkumpul dan membunuh burung bangkai itu. Untuk si kucing, sekali pendusta tetaplah pendusta.

oleh G.L. Chandiramani

Iklan


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: